jump to navigation

Aku bangga menjadi Orang Indonesia 10/04/2007

Posted by admin ppi-um in Catatan pinggir.
trackback

….. aku malu menjadi bangsa Indonesia….” demikian sepotong kalimat yang meluncur dari mulut seorang teman dalam suatu pertemuan nonformal. Bila dihayati kalimat itu begitu mengelitik saya, terbayang saya bagaimana seorang petenis besar seperti boris becker, pernah menyatakan dahulu dia malu sebagai warga Jerman, tetapi setelah pergelaran piala dunia 2006 sukses, dia pun menyatakan bangga sebagai bangsa Jerman. Begitu mudah berpaling seperti membalikkan telapak tangan.

Bila di analysis, sang petenis tersebut merasa malu dikarenakan dahulu bangsanya pernah berusaha membumi hanguskan bangsa Yahudi, dengan segala teknik yang di pandang oleh organisasi PBB adalah kejahatan kemanusiaan, dan pelakunya terjerat kejahatan perang. Cibiran dan nistaan bertubi-tubi diterima bangsa Jerman setelah menyerah kalah terhadap sekutu, sampai detik ini, Gerakan pencucian otak umat manusia dilakukan oleh rumah produser amerika dan yahudi untuk memojok dan mengungkit-ungkit kejahatan tentara Jerman, dan mengagungkan Yahudi seolah-olah Yahudi adalah warga kelas satu di muka dunia ini, serta WAJIB dilindungi oleh kita semua umat manusia di dunia. begitu nistanya kita mau menyaksikan dan fanatik dengan film-film produksi Amerika, selain itu mereka juga mendorong seniman-seniman untuk berkarya mengambarkan kekejaman tentara Jerman, baik melalui music, opera, novel dll.

Dapat kita bayangkan, jika kita warga negara jerman pada masa tersebut, berjalan kemana saja kena hina dan cibir, seolah-olah kita mahluk hina seperti anjing kotor yang berjalan di jalan protokol. tetapi sekarang Jerman telah kembali berjaya dalam segi Industri dan ekonomi (walau masih sedikit di kontrol oleh amerika), ramai rakyatnya menyatakan bangga sebagai bangsa Jerman.

…….. dari sana dapat kita lihat, di era yang entah kenapa disebut Globalisasi ( kerjaan amerika dan yahudi juga neh), manusia dengan mudahnya berpindah warga negara, agama ( kepercayaan) hanya karena ekonomi, dengan mudahnya mereka lari dari negara kita indonesia dan jadi warga negara singapura, malaysia, Kanada, US, dll. setelah sebelumnya mereka mengenyam SD,SMP,SMA, KULIAH, minyak bersubsidi, beras bersubsidi, Listrik bersubsidi, Air, dll.

Yang harusnya di perbaiki adalah pemerintahan dan aparaturnya yang memang Bobrok yang banyak berjiwa monyetnya dari pada manusia. Otak dan iman semua di letak sejajar dengan alas kaki. Jadi janganlah kita malu serta menyalahkan bangsa Indonesia. tetapi seharusnya kita kontrol pemerintahan dengan cara yang edukatif. (banyak jalan menuju roma-red)

Setiap pemimpin negara atau pemerintahan pasti pernah salah menerapkan kebijakan, tetapi masih tetap ada baiknya. walau bagaimanpun Kita sebagai warga negara harus menghargai dan menghormati mereka sebagai pemimpin yang mengeluarkan kita dari era kegelapan.

Untuk apa kita membicarakan dan mengungkit-ungkit masa kepemimpinan Sukarno, Suharto, Habibie, Gus-dur, Megawati. Buang energi dan waktu. setiap pemimpin ada ke khasan dalam menyelesaikan masalah. bila kita terus mengorek masa lalu, bangsa kita tak akan bisa maju, malah akan statis dan makin disukai oleh yahudi dan kroninya.

Marilah Kita memandang ke depan membangun bangsa yang besar bersama pemimpin yang di pilih rakyat. DAN JANGAN PERNAH TERUCAP MALU SEBAGAI WARGA INDONESIA. —-

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: