jump to navigation

kandidat-kandidat dari PPI-UM untuk PPI-Malaysia 12/05/2008

Posted by admin ppi-um in Aktivitas PPI UM.
trackback

KANDIDAT 1

Nama : SAMHERI S.HI
No Matrix UM : IGA070018

Suatu Usaha Memerankan Organisasi Gerakan Pelajar Indonesia

Visi
1. Independensi dan Demokratisasi Organisasi
2. Peningkatkan peran dan fungsi PPI Malaysia
3. Profesionalisasi manajemen organisasi

Misi
1. Menjadikan PPI M sebagai wadah organisasi pelajar dan masyarakat Indonesia di Malaysia
2. Menjadikan PPIM sebagai pusat pengembangan intelektual
3. Menjadikan PPIM sebagai organisasi yang profesional

Perjuangan kaum pelajar tidak terhenti pada perjuangan demi mencapai kemerdekaan, akan tetapi mereka terus berperan hingga saat ini, seprti Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Ketolik Republik Indonesia (PMKRI), Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI), Gerakan Mahsiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PMI), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan beberapa organisasi pelajar lainnya. Begitu pula organisasi yang didirikan di luar negeri, seperti Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan organisasi lain yang menyebar di pelbagai Negara.

Di sini penulis hendak mempertegas peran dan Fungsi gerakan mahasiswa yang telah tercatat dalam sejarah bahwa salah satu elemen masyarakat yang paling efektif dalam memperbaiki sebuah tatanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, komunitas mahasiswa diharapkan memiliki visi, misi, semangat, dan dedikasi yang yang mampu bersikap netral, sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki untuk dapat mendorong dan melakukan perubahan yang signifikan.

Dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi mahasiswa, dan menyatukan visi-misi serta menyusun langkah yang strategis, maka diperlukan sebuah wadah (organisasi) guna mencapai suatu tujuan bersama. Pada umumnya gerakan mahasiswa di luar negeri diberinama persatuan pelajar Indonesia (PPI) termasuklah mahasiswa yang belajar di Malaysia yang kemudian disandarkan kepada nama Negara dimana mereka belajar, seperti PPI Malaysia, PPI India dan lain sebagainya.

Di luar negeri, PPI dapat difungsikan sebagai wadah penyaluran aspirasi, komunikasi dan kreativitas untuk kepentingan mahasiswa (knowledge sharing) dalam keberagaman dan kebersamaan. Kedua, PPI dapat dijadikan wadah peningkatkan potensi sumber daya Manusia (SDM) menuju mahasiswa yang ideal, egalitarian, dan professional yang memiliki pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skills) untuk menjadi agent of catalyst dalam usaha kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Ketiga, adalah wadah perjuangan mahasiswa untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh dan bertanggung jawab dalam upaya mewujudkan bangsa yang makmur dan sejahtera. Namun demikian, semua itu akan menjadi sebuah mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan, apabila PPI yang sedimikian besar dan kuat ini tidak dikelola secara independen dan profesiaonal. Oleh karena itu, atas nama profesiaonalisme dan independensi, tim kami akan mencoba memperbaiki dan mengelolanya secara profesiaonal dengan bekal pengalaman berorganisasi di tingkat pelajar dan kemahasiswaan.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, bahwa hingga saat ini, PPI Malaysia masih sangat memerlukan banyak perbaikan, mulai dari sistem pemilihan Ketua, Struktur organisasi, serta existensi peran dan fungsi Gerakan Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI-Malaysia. Oleh itu, kami yang tergabung dalam team pemenangan Kongres PPI-Malaysia, merasa terpanggil untuk memperbaiki serta mempertegas existensi PPI-Malaysia di mata Dunia Internasional. Kami akan mengusung mengusung sistem pemilihan yang demokratis, dan penuh tanggungjawab, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pengurus PPI-UM akhir-akhir ini. Tidak lupa pula kami akan memutus jaringan individual yang dibangun oleh pemimpin sebelumnya dan menggantikannya dengan jaringan Kolektif.
Mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia sangat besar jumlahnya, bahkan mencapai puluhan ribau pelajar. Menurut Informasi yang dapat dipercaya, mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia keseluruhan berjumlah kurang lebih 15000 pelajar, karena banyak informasi yang mengatakan bahwa jumlah pelajar Indonesia di Malaysia mencapai jumlah lebih daripada 20000 orang. sedangkan Cabang PPI-Malaysia masih berjumlah 16 Cabang, tambah satu lagi sebagai cabang Persiapan, yaitu cabang MMU, Malaka. Hal ini, menjadi indikasi bahwa masih banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di malaysia yang belum terjamah oleh PPI-Malaysia.

Berdasarkan analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa PPI Malaysia masih belum mampu merangkul mahasiswa yang tercecer di beberapa Kampus yang tidak/belum berdiri PPI di tempat mereka menggali ilmu pengetahuan. Bahkan gerakan PPI di beberapa Cabang di Malaysia masih terkesan individual dan sporadis. Oleh sebab itu, untuk menampung aspirasi dan merangkul serta menyatukan suara mahasiswa Indonesia di Malaysia, maka diperlukan manajmen organisasi yang profesional dan kepengurusan yang loyal serta bertanggung jawab, sehingga seluruh pelajar mahasiswa yang tergabung dalam PPI-Malaysia mampu memberikan sumbangsih yang reil dalam memperbaiki nasib Bangsa dan Negara Indonesia tercinta.

Billahil ‘azzati wal ‘inayah warridha wassalamu ‘alaikum

—————————————————————————————

Profil Kandidat 01

Jenjang Pendidikan
a. Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pamekasan lulus tahun 1991
b. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum II Pamekasan lulus tahun 1994
c. Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Palengaan, Pamekasan lulus tahun 1999
d. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fakultas Syariah, Jurusan Al-Ahwal Al-Syahsiyah lulus tahun 2005
e. Master of Syariah and Law, Academy of Islamic Studies, University of Malaya, Malaysia 2007-….

Pengalaman Organisasi
a. Ketua OSIS MTs Darul Ulum II Bujur Tengah Batumarmar Pamekasan tahun 1993-1994
b. Pengurus OSIS Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar tahun 1997-1998
c. Pendiri Forum Kajian Keislaman Kontemporer (FK3) UIN Malang, tahun 2001.
d. Coordinator Kajian dan penalaran, Unit Aktivatas Perss Mahasiswa (UAPM) UIN Malang, tahun 2002-2003.
g. Coordinator Human Resourse and Development (HRD), Forum Silaturrahmi Studi Islam Kampus (FOSSIK) UIN Malang, 2003-2004.
h. Majelis Permusawaratan Mahasiswa (MPM) UIN Malang, tahun 2004-2005.
i. Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Istimewa Malang Raya.
j. Kabid. Penelitian dan Keintelektualan, Persatuan Pelajar Indonesia, University of Malaya (PPI-UM) 2007-2008

Pengalaman Kerja
a. Sebagai Guru Taman Kanak-kanak di Raudhatul Athfal, Yayasan Darul Ulum II Bujur tengah 1992-1994
b. Sebagai Guru Tugas di Bustanul Ulum, Waru Pamekasan 1999-2000.
c. Sebagai Guru Agama di MTs Darul Ulum II Batumarmar 2000-2001.
d. Sebagai Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Republik Indonesia, di Kota Batu JATIM Tahun 2004

Pengalaman Penelitian
a. Gunung Kawi, Pesarean Dibingkai Mitos (Penelitian besama Unit Aktivitas Perss Mahasiswa UIN Malang)
b. FENOMENA PERNIKAHAN WALI HAKIM BAWAH TANGAN (Studi kasus di Kalangan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia)
c. Otoritas kiai Sebagai Wali Hakim Dalam Pernikahan Bawah Tangan (Studi Kasus di Kabupaten Pamekasan)

====================================================================

KANDIDAT 2

NAME : A.R. Dimyati
Matric No : IGC060008

PPI MALAYSIA MENATAP MASA DEPAN INDONESIA

Visi
Keilmuan, leadership, dan etos kerja

Misi
1. Meningkatkan tradisi keilmuan di PPI Malaysia dan menjadikannya sebagai wadah pencetak pakar-pakar yang mempuni di setiap bidangnya yang siap memajukan Indonesia di masa mendatang.

2. PPIM sebagai wadah kaderisasi pemimpin masa depan Indonesia melalui program-program pengembangan SDM dan Leadership.

3. memaksimalkan sinergisitas semua elemen anggota PPIM dengan etos kerja dan kerja profesional dalam setiap program yang dicanangkan.

Tak susah untuk mengatakan bahwa Malaysia memiliki pesona tersendiri bagi pelajar-pelajar asal Indonesia sehingga walaupun tidak bisa dikatakan berduyun-duyun tapi frekuensi kedatangan para pelajar menunjukkan selalu bertambah, utamanya di kampus-kampus terkemuka seperti Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Islam Antarbangsa (UIA), Universiti Sains Malaysia (USM), dll. Yang datang pun bukannya mahasiswa yang “enteng-enteng”, tapi tidak jarang dari tokoh-tokoh nasional yang kadang buat sensasi di media masa semisal Habib Riziq syihab, habiburrahman el-Shirazy turut meramaikan gelombang pelajar Indonesia di Malaysia ini. Sekedar menyebut jumlah mereka di UM, hasil bincang-bincang pendek dengan kawan, jumlah pelajar Indonesia melebihi 300-an, belum lagi kampus-kapmus lainnya.

Kuantitas pelajar Indonesia di Malaysia memang banyak, tapi belum tentu kualitasnya. Kalau saja PPI mampu memaksimalkan kuantitas ini menjadi kualitas yang juga cukup, maka Indonesia di masa akan datang betul-betul cerah. Sekali lagi kalau itu bisa dimaksimalkan. Dan itu bukan mustahil pemimpin bangsa tahun 2009 mendatang dan seterusnya akan muncul dari kader-kader yang memang merasakan penggemblengan PPI Malaysia, sebagai mediator dan koordinator aktivitas selauruh mahasiswa insonesia yang ada di Malaysia.

Persoalannya adalah bisakah PPI Malaysia mempesonakan para mahasiswa sehingga mau aktif dan sharing tenaga dan ide untuk membangun dirinya, organisasinya, dan negaranya. Atau adakah waktu yang tersisa yang dimiliki para mahasiswa, yang notabenenya sambil “cari” (cari uang sendir) untuk biaya studinya, bisa dicurahkan sekedar untuk menyatukan energi dalam membangun masa depan Indonesia. Kalau bisa, maka masa depan indonesia akan cerah dan dari Malaysialah cahaya itu akan datang. Bukan mustahil itu dilakukan. Saya katakan PPI Malaysia menatap tantangan itu, tantangan besar untuk menjadi lokomotif yang membawa serombongan mujaddid dan kader terbaik bangsa menuju Indonesia yang betul-betul mandiri, merdeka, dan maju.

Ada beberapa alasan mengapa harus PPI Malaysia yang harus menatap masa depan ini, bukan organisasi-organisasi lainnya. Salah satunya karena organisasi kemahasiswaan yang mendapatkan legalitas di bawah KBRI hanya PPI. Oleh karena itu, tidak usah kita merasa heran ketika PPI ini menjadi rebutan banyak elemen masyarakat untuk menguasainya. Memang mereka membawa misi masing-masing. Tapi justru beragamnya ide yang akan terakomodir dari berbagai kepentingan itulah kalau dikelola dengan rapi dan baik menimbulkan sinergisitas yang energinya bisa menghancurkan jabal kejumudan yang ada di bangsa kita ini, mencipta kreativitas unggul konstributif, dan merekayasa ide-ide solutif.

Selain itu, anggota PPI Malaysia terdiri dari lapisan-lapisan dan ragam-ragam mahasiswa dari berbagai bidang yang semuanya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Sehingga berkumpulnya di PPIM ini membantu mensinergikan keilmuan mereka untuk kemudian menghasilkan ide-ide yang cemerlang untuk digunapakai baik di Malaysia maupun di Indonesia. Tak salah kalau teman saya mengatakan, “Mau berwawasan luas? Ya aktif dong di PPI”. Peran ini tidak dimiliki oleh organisasi yang sifatnya terbatas dan cenderung kedaerahan. Tapi simpul-simpul kekreatifan itu muncul dengan beragam dan dengan dimensi yang berbeda-beda di PPI ini.

Saya banyak bertemu dengan kader-kader asal Indonesia yang masih berkeliaran di Malaysia, baik yang telah selesai studinya maupun yang masih menempuh doktoral, yang ternyata enggan dan keberatan kembali ke negeri sendiri akibat mereka berjuang mencapai keilmuannya berdasarkan individunya, tanpa ada ikatan kebersamaan seperti PPI. Memang bukan faktor itu saja teman-teman enggan kembali ke tanah air, tapi minimal itu suatu gambaran betapa pentingnya mengeratkan silaturahmi antar mahasiswa yang menciptakan kerinduan untuk berlabuh membangun negeri sendiri bukan negeri orang lain melalui suatu organisasi seperti PPI.

To conclude, pemaksimalan potensi kader-kader bangsa di Malaysia merupakan kans besar menatap masa depan bangsa. Di sinilah PPI Malaysia punya konstribusi luar biasa merealisasikannya semksimal mungkin.

————————————————————————————–

Profil Kandidat 02

EDUCATION
a. Formal
1986-1992: Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamekasan
1993-1996: Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan
1996-1999: Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan
2000-2004: Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Indonesia
2006-… Universiti Malaya, Malaysia

b. non-formal
1985-1996: Pondok Pesantren Al-Islah, Beringin Pamekasan
1996-1999: Pondok Pesantren Al-Hamidi Banyuanyar, Pamekasan
2000-2002: Ma’had Al-Ali Sunan Ampel, Malang

WORKING EXPERIENCES:
2002-2004: Ma’had al-‘Aly Sunan Ampel UIN Malang, Indonesia: Musyrif (supervisor).
2005-2006: Ma’had al-Tarbiyah wa al-Da’wah al-Mujtama’, Pamekasan Indonesia: Teacher

ORGANIZATION:
2003-2007: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)
2006-… : Indonesian Student Association/Persatuan Pelajar Indonesia University of Malaya (PPI-UM)
2004-2005: Arimatea Forum of Indonesia, Malang
2003-2004: Forum Komunikasi Mahasiswa santri Banyuanyar (FKMSB), Pamekasan, Indonesia.
2001-2002: Indonesian Student Muslem Movement/Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: