jump to navigation

Saman Mirah Puteh: Tim Tari Saman Kebanggaan PPIUM 28/05/2012

Posted by admin ppi-um in Aktivitas PPI UM, MOTIVASI.
trackback

Ya Allah ti waktu Naggroe bule ji pute

Ji put de side Aceh mulia

Lam Pancasila kale metule

Bule melape burung Garuda

Nanggroe Aceh… Pancasila… Garuda… Inilah kebanggaan yang bisa dipetik dari sebait lirik lagu Tari Saman. Kebanggaan akan Nanggroe Aceh Darussalam, provinsi asal “tari seribu tangan” tersebut. Kebanggaan terhadap Pancasila, dasar negara. Kebanggaan akan Garuda, lambang suci Indonesia.

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

Salam pelajar Indonesia,

Pengurus dan anggota Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Malaya (PPIUM) patut berbangga mempunyai tim tari Saman yang sudah terkenal seantero Malaysia. Tim besutan Mirratu Isyroh Alam (Ratu), gadis Palembang berdomisili di Depok yang getol melatih Tari Saman dari kampus ke kampus itu telah memenangi beberapa kejuaraan dan diundang ke puluhan acara amal dan resepsi pernikahan. Saman Mirah Puteh (SMP), begitulah nama tim yang pada awalnya hanya beranggotakan sepuluh orang, termasuk Ratu, kini sudah berusia empat tahun.

Mengimbas kembali pada tahun 2009 silam ketika pengurus PPIUM di bawah pimpinan Bang Syamsuri Afjar memutuskan untuk mengadakan Indonesian Cultural Exhibition, ketika itulah Saman Mirah Puteh terbentuk. Dengan beranggotakan 10 orang termasuk sheikh (penyanyi), SMP tampil di Malam Indonesia dalam rangka Indonesian Cultural Exhibition 2009 untuk pertama kalinya. Tim yang awalnya dianggotai Pramadita Eka Putri (Eka), Nadia Amalina Saptari (Nadia), Istiadah (Iis), Nanda Eka Wahyuni (Yuyun), August Jenifer (Jenny), Mawaddah (Adah), Lily El Ferawati (Lily), Amelia Sastina (Lia), dan Dian Sandri (Dian) serta penyanyi bersuara merdu yang merangkap pelatih, Mirratu Isyroh Alam (Ratu), berhasil membuat penonton terpukau malam itu.

Setelah Indonesian Cultural Exhibition, SMP tampil di Malam Puisi untuk Gaza yang diadakan oleh pelajar Department of Media Studies, University of Malaya (UM) dan Malam Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Padang atas undangan Unesco Club UM. Dari acara charity, SMP merambah ke tahap profesional ketika tampil di acara resepsi pernikahan putri sulung Ketua Unesco Club UM. Penampilan perdana di acara megah tersebut membuahkan penghasilan yang lumayan bagi para Samaners Mirah Puteh.

Saman Mirah Puteh, kemudian mendapat gelar juara untuk pertama kalinya ketika tampil di “The University of Malaya International Cultural Festival 2009”. Tampil dengan sembilan orang, tanpa  Ratu, SMP berhasil menyabet Juara Pertama pada acara yang pertama kali diadakan untuk pelajar international tersebut.

Masih di tahun yang sama, pada bulan Oktober, SMP ditunjuk sebagai wakil UM di acara “One World Culture” yang diadakan di Nilai University College, Nilai, Negeri Sembilan. Ajang tahunan yang mempersatukan pelajar international se-Malaysia untuk mempersembahkan budaya negara masing-masing melalui tarian dan lagu tersebut merupakan tapak pertama SMP menerima gelar international setelah dinobatkan sebagai the first Runner Up dan membawa pulang uang sejumlah Ringgit Malaysia (RM) 5oo.

Pada tahun berikutnya, masih di acara dan di kampus yang sama, SMP sukses menyabet gelar Champion dan membawa pulang tropi serta uang sebesar RM1,000. Ini merupakan prestasi paling membanggakan bagi Samaners SMP terutamanya, dan PPIUM serta UM pada umumnya. Bahkan, para Samaners SMP sendiri menyebutnya sebagai “Saman Kemenangan”. Tidak hanya juara di One World Culture 2010, SMP juga sekali lagi juara di “The University of Malaya International Culture and Food Fair 2010” yang merupakan festival yang sama dengan “The University of Malaya International Cultural Festival 2009”.

Berita kemenangan Tim Saman Mirah Puteh di One World Culture 2010

Selain Saman Kemenangan, persembahan yang tidak kalah menarik yang pernah dipersembahkan oleh SMP adalah persembahan Saman-terpanjang-yang-pernah-ditampilkan-pelajar-Indonesia-di-luar-negara melalui Saman 80 yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Multimedia University (PPIMMU) Cyberjaya, Malaysia. Persembahan yang merupakan inti dari acara “Semarak Warna Khatulistiwa: Indonesian Exhibition ’10” itu diikuti oleh 80 penari Saman dari sepuluh kampus di Malaysia, antaranya UM, MMU Cyberjaya, Limkokwing University of Creative and Technology, INTI College, Universiti Utara Malaysia, Sunway University, Monash University, Cosmopoint, Kuala Lumpur Metropolitant University (KLMU), dan Raffles International College.

Saman 80 di “Semarak Warna Khatulistiwa: Indonesian exhibition” oleh PPI Multimedia University

Setelah penampilan di Saman 80 ini, SMP mengalami regenerasi karena beberapa anggotanya, yaitu Yuyun, Lia, Iis, Dian dan Nadia sudah menamatkan pendidikan di UM. Untuk itu, Ratu sebagai pelopor SMP merekrut anggota baru yang terdiri dari Karine Raviena (Kai), Febriani Asukatumi (Febri), Amira Nadaviana (Davia), Evi Karlina Ambarwati (Evi), Dwi Riska Zulkia (Dwi-Riska), Arwita Widyanti (Wita), Umu Nahdiya (Umu), dan Dwi Novinna Lestari (Dwi). Dengan anggota dan formasi baru ini, SMP tampil dalam beberapa acara seperti Silaturahim PPI Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Santai Petang yang diadakan oleh Permodalan Nasional Berhad, University of Malaya International Night, Resepsi pernikahan anak petinggi partai UMNO selama tiga hari, Malam Puisi dalam rangka Bulan Bahasa 2012, dan banyak lagi.

Regenerasi SMP masih berlanjut karena beberapa Samaners lama tidak lama lagi akan meninggalkan bangku kuliah di UM. Regenerasi kali ini merupakan perombakan total di mana hampir semua anggotanya adalah orang-orang baru. Para Samaners lama yang kini dikenal sebagai “The Seniors” benar-benar menyerahkan tahtanya kepada anggota SMP yang baru yang juga disebut “The Juniors”. Tidak tanggung-tanggung, mereka semua berjumlah 21 orang termasuk 19 penari, seorang sheikh, dan seorang penggendang. Uniknya, di antara 19 penari tersebut, 9 daripadanya adalah laki-laki. Begitupun dengan sheikh dan penggendangnya, juga laki-laki. Mereka adalah M Megasuryo Firdaus (Ega), Firmansyah Shidiq Wardhana (Firman), Jaka Ramadhan (Jaka), Rizki Zaskia Hilmy (Rizki), Mochamad San Rego Tecton (San-Rego), Gilang Ramadhan (Gilang), Adrian V Samyudia (Adre), Ahmad Riyadhi Rachman (Yadhi), Nisrina Fakhriati (Rina), Devi Aggraeni Poetri (Devi), Puri Rahmawati (Puri), Agustina (Tina), Kotrun Nada (Nada), Ellvis Saputri (Ellvis), Wahyuni Suci Lestari (Suci), Ananda Maharani (Amy),  Addina Hadi (Dina) dan Risky Malano (Malano), serta N Fajri Usman (Fajri) sebagai sheikh, Adrian Dignitya Marbun (Marbun) sebagai penggendang dan seorang Samaner lama, Davia.

Mereka berlatih secara intensif di bawah naungan “The Seniors” yang dipimpin oleh Ratu dan dibantu secara khas oleh Febri, Dwi, Lily, Kai, Adah, Dinda, Evi, Jenny, Umu, dan Eka.  Setelah sebulan lebih berlatih, akhirnya “The Juniors” tampil perdana pada acara “The University of Malaya International Culture and Food Fair 2012” Jumat, 25 Mei lalu. Tampilan memukau para Samaners muda ini berhasil menggetarkan jiwa lebih dari dua ratus penonton yang memadati Auditorium Kompleks Perdanasiswa, University of Malaya. Bahkan, Ratu, sang pelatih, menitikkan air mata saking terharunya.

“The Juniors” tampil memukau di “The University of Malaya International Culture and Food Fair 2012”

Persembahan “The Juniors” tidak berhenti di situ karena sehari setelahnya, mereka diundang untuk membuat persembahan di K@UM atau Kampung Seni Universiti Malaya. Pagi hari berikutnya, mereka terpaksa berlatih keras dengan formasi baru untuk 15 penari saja karena beberapa penari tidak bisa ikut serta atas alasan tertentu. Formasi baru dengan 15 penari dan seorang sheikh ini dipersiapkan untuk tampil di acara penutupan Himpunan Sejuta Belia (acara tahunan Kementerian Pemuda dan Olah Raga Malaysia) yang jatuh pada hari Minggu, 27 Mei 2012, di Putrajaya.

Tampil selama tiga hari berturut-turut rupanya membawa kenangan pahit dan manis bagi para “The Juniors” dan “The Seniors”. Latihan penuh drama setiap hari Jumat selama sebulan lebih ditambah kenyataan harus tampil empat kali selama tiga hari membuat mereka keletihan. Namun semua perjuangan itu terbayar dengan rasa kebersamaan dan berbagi antara satu sama lain. Yang tidak kalah penting, persembahan mereka tidak cuma-cuma. Bayaran yang lumayan dari pihak penyelenggara setiap event di mana mereka tampil dapat dinikmati dalam satu sesi makan bersama di restoran pizza Domino’s, Pantai Hillpark. Senior dan junior, laki-laki dan perempuan, berbaur jadi satu dalam indahnya kebersamaan yang dimulai dari kecintaan terhadap titipan daerah, budaya nasional, warisan dunia UNESCO, apalagi kalau bukan Tari Saman.

Semoga rasa kebersamaan yang membangkitkan nasionalisme ini tidak hanya berhenti di sini saja. Tari Saman Mirah Puteh, PPIUM, Indonesia, semoga tetap kekal di hati kita semua.

Oleh Lily El Ferawati, Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi PPIUM 2011/2012 .

Comments»

1. Budi Hamuddin - 28/05/2012

waah,.. ini tulisan terlengkap tentang sejarah “per-saman-an” anak2 indo di UM…. great!!

admin ppi-um - 28/05/2012

haha. masih belum lengkap kok Bang. masih banyak skipnya. hehe

2. fadly rahman - 28/05/2012

inilah yang namanya kita belajar dari sejarah… meneruskan dan meningkat apa yang telah ada.. yakin akan tumbuh bakat baru dengan tarian -tarian baru… semangaaaadh !!! trima ksih juga buat lili,, lanjutkan !!

admin ppi-um - 28/05/2012

roger that, boss ^^

3. Akbar Sarif - 28/05/2012

semoga terus berjaya dengan mengenalkan Indonesia lewat budaya…

4. Tjut Mardiny Boerhan Ali - 28/05/2012

Subhanawloh..;;;teruskan anak2ku bawa dan harumkan Aceh kepenjuru pelosok dunia dengan niat baikmu melalui tarian2 Aceh.

5. Arwita Widyanti - 29/05/2012

kenang2an dari saman. jadi ada sejarahnya ttg SMP. hehehe😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: