jump to navigation

Update terkini tentang pungutan liar di kantor Offshore UM 17/07/2012

Posted by admin ppi-um in Catatan pinggir, POJOK DISKUSI, Speak UP.
trackback

Salam pelajar Indonesia

Lama tidak update blog, kali ini admin ingin berbagi informasi mengenai pungutan liar (pungli) di kantor cabang (offshore office) Univesriti Malaya (UM) di Jakarta dan Medan, Indonesia.

Sebelumnya, admin pernah menulis mengenai masalah ini di SINI. Sekarang, admin ingin memberi perkembangan terbaru praktik pungli ini. Beberapa waktu lalu, admin mendapat email dari seorang calon PhD di UM yang nyaris kena pungli. Dia mendapat email dari oknum di Jakarta dan Medan, memintanya agar mengirim berkas pendaftarannya ke alamat email pribadi milik oknum. Modus ini sama seperti yang admin alami waktu itu. Kemudian seorang anggota PPIUM juga pernah bertanya mengenai kebenaran pungli di offshore karena adik kelasnya yang ingin lanjut ke UM juga diminta membayar sejumlah uang agar pendaftarannya bisa diproses. Yang terbaru, malam ini admin mendapat aduan melalui twitter dari seoarang calon master di UM yang sudah kena Rp.1.250.000.

Praktik pungli di offshore ini sudah marak beberapa tahun belakangan ini. Banyak korban yang menganggap pungli ini sebagai wajar sehingga mereka rela membayar sejumlah uang yang diminta mulai dari Rp.750.000 sampai Rp.2.000.000. Namun kenyataanya, segala pelayanan di offshore adalah gratis. Ini yang ditegaskan oleh UM (admin sudah menanyakan langsung ke IPS dan ISC). Pendaftar hanya diminta membayar uang pendaftaran sebanyak 50 dolar Amerika saja.

Modus yang digunakan oleh pelaku sangat sederhana. Mereka meminta calon korban mengirim berkas pendaftaran ke email pribadi mereka. Kemudian korban diminta mentransfer uang jika ingin pendaftaran mereka diproses. Mereka beralasan berkas yang diminta akan dicetak (print) lalu dikitim melalui pos ke kantor offshore yang ada di Damansara, Malaysia. Kantor offshore UM memang tidak hanya ada di luar Malaysia, tetapi juga ada di Malaysia yang dikelola oleh orang luar yang dibayar oleh UM.

Kejadian penarikan pungli ini seharusnya tidak berlaku. Pihak UM di Kuala Lumpur sendiri tidak menginginkan ini berlaku. Lagipula, seharusnya pihak tidak bertanggung jawab di kantor offshore di Jakarta dan Medan tidak melakukannya demi menjaga nama baik Indonesia dan menolong sesama orang Indonesia. Bukankah mereka sudah mendapat gaji tetap dari UM? Pendaftaran juga dilakukan secara online jadi tidak ada alasan mereka perlu mencetak berkas-berkas yang diterima dari calon pelajar.

Admin menulis informasi ini untuk menghimbau kepada para calon pelajar di UM dari Indonesia, atau siapa saja yang mempunyai kerabat ingin mendaftar ke UM, agar berhati-hati dan tidak gelabah dengan membayar sejumlah uang yang diminta. Ada baiknya anda sekalian bertanya kepada pelajar Indonesia yang sudah menjadi pelajar UM. Kami di PPIUM juga siap menolong kawan-kawan yang ingin mendaftar di UM. Kalau mau aman lagi, kawan-kawan para calon pelajar UM bisa langsung menghubungi UM. Bisa melalui nomor telefon atau email yang bisa di dapat di website IPS untuk calon pascasarjana dan ISC untuk calon sarjana.

Ada kabar baik, setelah aduan yang admin ajukan kepada ISC, sekarang pelajar Indonesia yang menjadi alumni UM yang ingin melanjutkan pelajaran di UM tidak perlu melalui offshore. Semua berkas pendaftaran yang dimasukkan secara online akan langsung dikirim ke fakulti yang bersangkutan.

Demikian yang bisa admin ceritakan. Semoga kita bisa berhati-hati lagi dan tidak tertipu oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Bagi yang sudah terlanjur mendaftar dan membayar, kami doakan dapat diterima segera dan dapat bergabung dengan kami di sini. Bagi yang belum mendaftar dan ingin mendaftar, jangan berputus asa karena kami di sini siap membantu. Sekian, terima kasih.🙂

Oleh Lily El Ferawati, ketua Departmen Informasi dan Komunikasi PPIUM 2011/2012

Comments»

1. Elis Komalasari (@elisylala) - 17/07/2012

salam,
saya mengalami kekecewaan terhadap offshore UM di jakarta. sekitar bulan April berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari website UM yang mengharuskan applicant dari indonesia untuk menghubungi offshore maka saya menghubungi offshore di jakarta untuk menanyakan persyaratan masuk UM. semenjak saat itu saya sering dihubungi oleh salah satu petugas baik melalui email maupun telepon. saat itu saya diminta biaya pendaftaran sebesar Rp. 1.250.000,- dan apabila telah dinyatakan lulus maka saya harus membayar Rp. 2.500.000,- untuk processing fee.
Saya yang tidak punya kenalan untuk bertanya tentang proses administrasi menyetujui untuk mentransfer uang sebesar Rp. 1.250.000 ke nomer rekening salah satu petugas yang notabene bukan rekening bursar seperti yang saya baca di website UM. Sebelum saya mentransfer uang, saya beberapa kali bertanya mengenai waktu/kapan dikeluarkannya pengunguman kelulusan calon mahasiswa baru di UM, mengingat saya yang memiliki kewajiban melanjutkan S2 untuk memenuhi syarat & kualifikasi pendidikan pada tempat saya bekerja dan saya diharuskan menyelesaikan program master pada tahun 2014. ada kekhawatiran saya tidak lolos dalam seleksi UM, dan apabila saya hanya mendaftar ke UM dan menunggu pengunguman dari UM yang tidak tau kepastiannya kapan maka saya akan kehilangan kesempatan untuk mendaftar di universitas lain pada tahun ajaran ini. ketika saya ceritakan permasalahan saya pada pihak offshore di jakarta, petugasnya meyakinkan saya bahwa kalau saya cepat memasukan aplikasi maka akan cepat pula mendapatkan jawaban dari UM, dan akhirnya saya mentransfer uang ke salah satu nomer rekening petugas UM,
Namun kenyataannya ternyata tidak seperti yang dijanjikan oleh pihak offshore, saat ini sudah terhitung dua bulan semenjak saya memasukan aplikasi online dan berkas ke offshore, jawaban pihak offshore sangat mengecewakan.
miris rasanya menyaksikan dan mengalami kejadian seperti ini ditengah konflik antar bangsa, ternyata dari dalam sendiri yang berlaku tidak adil.
semoga alur birokrasi bisa lebih baik lagi dan tidak dijadikan lahan empuk untuk mengeruk keuntungan. amin

Elis Komalasari

admin ppi-um - 18/07/2012

Terima kasih Mbak Elis karena sudah bersedia bercerita pengalamannya mengharungi birokrasi di Offshore office. Kami akan berusaha mengupayakan pendampingan agar hal ini tidak berlaku lagi dan tidak ada yang jadi korban seterusnya. Kami doakan juga Mbak Elis diberi keikhlasan yang besar dan semoga pada akhirnya dapat diterima di UM serta dapat bergabung dengan kami di sini.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: