jump to navigation

Mulai tahun 2013, mahasiswa di PTN hanya perlu bayar SPP saja 18/07/2012

Posted by admin ppi-um in Berita dari tanah air.
1 comment so far

Salam pelajar Indonesia

Ada kabar baik dari dunia pendidikan negara kita. Biasanya setiap kali awal tahun ajaran baru, para calon mahasiswa dipeningkan dengan sumbangan uang gedung dan sumbangan ini-itu. Sekarang, mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) HANYA dibebankan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) saja.

Mulai tahun 2013, sejumlah PTN akan memberlakukan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Dana BOPTN ini didapat dari pemerintah melalui anggaran pendidikan dalam Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan sebesar 90 miliar rupiah. Rencananya, BOPTN ini digunakan untuk biaya penelitian, asrama mahasiswa, dan aktivitas pembangunan kampus lainnya. Dengan adanya BOPTN ini, mahasiswa tidak lagi dibebani sumbangan-sumbangan tidak penting dan hanya diminta bayar SPP saja setiap semester.

Antara PTN yang akan mendapatkan BOPTN dan menyediakan pendidikan murah adalah Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta, dan Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor. Kampus UGM mulai menerapkannya untuk tahun ajaran 2012/2013, sementara IPB hanya akan mulai pada tahun 2013. Di UGM sendiri, kisaran besarnya SPP mahasiswa baru hanya 500 ribu rupiah.

Ini suatu inisiatif yang bagus dari pemerintah kita untuk menjadikan pendidikan makin terjangkau oleh rakyat Indonesia. Dengan begitu makin banyak keluarga kurang mampu dapat membiayai anaknya kuliah. Semoga fasilitas ini tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh orang berada saja. Dan semoga kedepannya dunia pendidikan Indonesia semakin maju dengan memberi fokus kepada bidang penelitian dan penerbitan sehingga PTN mampu bersaing dengan PTN di luar negara sehingga dapat memberi sumbangan kepada kemajuan negara kita tercinta, Indonesia. Amin.

Sumber: Metronews

Dipost oleh Lily El Ferawati, Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi PPIUM 2011/2012.

Advertisements

Perempuan Indonesia Berprestasi di Tingkat Dunia 21/04/2012

Posted by admin ppi-um in Aktivitas PPI UM, Berita dari tanah air, Speak UP.
1 comment so far

Salam pemuda Indonesia

Hayo, tidak lupa kan hari ini tanggal berapa dan ada peringatan apa di Indonesia? Hari ini tanggal 21 April merupakan peringatan Hari Kartini. Jadi, admin mau mengucapkan Selamat Hari Kartini kepada semua perempuan Indonesia, baik yang ada di Tanah Air maupun di luar negara, terutama pelajar perempuan Indonesia di Universiti Malaya.

Dalam rangka Hari Kartini, admin mau membahas tentang perempuan berprestasi Indonesia. Membicarakan perempuan Indonesia biasanya identik dengan Raden Ajeng (R.A.) Kartini yang memperjuangan hak perempuan Indonesia terutama untuk mendapatkan akses pendidikan. Istilah “emansipasi” yang beliau perkenalkan lebih dari seratus tahun yang lalu masih kental di pikiran masyarakat Indonesia sampai sekarang. Jika perempuan Indonesia pada zaman dahulu dan sekarang masih diabaikan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan seperti yang berlaku sebelum era Kartini, bisa dibayangkan Indonesia tidak akan semaju sekarang. Pendidikan memang sangat penting bagi pembangunan negara dan perempuan serta laki-laki memainkan peranan penting di dalamnya. Jika perempuan diabaikan haknya untuk mendapatkan pendidikan, sudah tentu mereka tidak bisa bahu-membahu dengan laki-laki untuk memajukan ekonomi, sosial, dan politik Indonesia. Yang paling penting, dengan pendidikan yang sesuai dan setara, perempuan Indonesia juga bisa mengharumkan Indonesia di mata dunia.

Sudah banyak perempuan Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di dunia terutama di bidang pendidikan. Sebut saja Sidrotun Naim, pelajar tingkat PhD di bidang Sain Lingkungan ini pada bulan Maret lalu telah dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan “the 2012 L’Oreal-UNESCO International Fellows”. Wanita Solo ini  merupakan seorang daripada 15 wanita di dunia yang menerima penghargaan tersebut. Penelitian beliau di bidang molecular virology bertujuan untuk menginvestigasi dan mengubah struktur dan fungsi genetik IMNV, virus baru di Indonesia yang dapat membunuh hampir 70% populasi udang. Tentu saja hasil penelitian mahasiswa University of Arizona ini akan memberi impak besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia terutama di bidang peternakan udang.  Yang paling penting, Indonesia bakal mempunyai ahli patologi perempuan bertaraf Internasional untuk pertama kalinya.

Yang paling baru, pada tanggal 12 April 2012 yang lalu, mantan Mentri Keuangan Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Managing Director di Bank Dunia, Dr. Sri Mulyani Indrawati telah menerima penghargaan  Madhuri and Jagdish N. Sheth International Alumni Award dari University of Illinois in Urbana-Champaign (UIUC). Beliau menerima penghargaan tersebut bagi kategori Exceptional Achievement atas prestasi menonjol beliau secara profesional di tingkat nasional dan internasional. Antara usaha besar beliau ialah  penerapan reformasi keuangan, pemberantasan korupsi di kementerian yang dipimpinnya suatu ketika dahulu, dan peningkatan foreign direct investment di Indonesia. Sangat disayangkan orang seperti beliau tidak lagi diperlukan jasanya di negara sendiri, tetapi admin yakin beliau akan terus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Satu lagi perempuan berprestasi Indonesia yang mampu menunjukkan ke dunia bahwa film Indonesia tidak hanya sekedar film horor-porno terselubung, melainkan penuh nilai moral dan membawa pesan positif bagi masyarakat. Perempuan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Sutradara kawakan Nia Dinata. Produser sekaligus sutradara film Arisan dan Arisan 2 baru saja menerima Achievement Award untuk dua film tersebut di acara CinemAsia Amsterdam 2012 pada tanggal 8 April lalu. Penghargaan tersebut diberikan oleh Hivos Foundation, Belanda atas kegigihan beliau mengangkat isu-isu kesetaraan gender dalam film, terutama di dua sekuel Arisan. Film-film yang beliau hasilkan memang sering menyentuh isu gender. Sebut saja film Perempuan Punya Cerita dan Berbagi Suami, kedua film ini mengangkat isu-isu gender yang masih dianggap tabu dalam masyarakat seperti pelacuran, seks bebas dan poligami.

Masih banyak lagi perempuan Indonesia yang berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Jika dibahas satu per satu di sini, entry ini akan sepanjang jalan Daendles, dari Anyer sampai Panarukan (lebay). Ini karena perempuan Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia jumlahnya mungkin ribuan bahkan jutaan. Dan jumlah ini akan semakin bertambah jika kita, pelajar perempuan Indonesia (terutama anggota PPIUM), bisa segera mengikuti jejak para perempuan brilian yang admin sebutkan di atas dengan mengukir prestasi, berdasarkan cara dan bidang masing-masing. Sebenarnya pelajar perempuan PPIUM sudah pun berprestasi di tingkat internasional. Pada tahun 2009 dan 2010 yang lalu, tim Penari Saman Indonesia dari Universiti Malaya berhasil menyabet tempat kedua dan juara di ajang One World Culture yang diadakan di Nilai University College, mengalahkan puluhan tim kebudayaan pelajar International lainnya dari seluruh Malaysia. Luar biasa dan selamat untuk para pelajar perempuan PPIUM.

*sumber:

Unesco

Indonesiaberprestasi

Lily El Ferawati, ketua Departemen Komunikasi dan Informasi PPIUM 2011/2012.